Assalamualaikum warahmatullah,
Alhamdulillah... syukur pada ALLAH s.w.t yang masih beri ku masa dan kesempatan untuk bertaubat dan memohon keampunan sebelum ia menjemput ku kembali ke tempat asalnya...
kehidupan yang diredhai Allah..
Bersyukur dengan setiap rezki dan ujian yang datang dalam hidup ini..aku yakin kerna setiap kejadian yang belaku dalam hidup kita ini ad sebab dan hikmah darinya.. Allah maha adil, Allah menguji seseorang itu kerana Allah s.w.t mempunyai rahsianya tersendiri, sama ada Allah hendak tambah iman kita atau hendak uji sejauh mana keimanan kita...
RINTIHAN
****************************************************************************
Ketika Allah rindu pada hambanya, Allah akan mengirimkan sebuah hadiah istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian…
Dalam hadith qudsi Allah berfirman:
“Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerana Aku ingin mendengar rintihannya.”
(HR. Thabrani dari Abu Umamah)
Abu Said dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi SAW. bersabda:
“Seorang muslim yang ditimpa
penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan,
bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat
(penebus) dari dosa-dosanya.”
Jangan lah bersedih, berdoa
kepada Allah SWT dan mohonkan ampunan-Nya, mohonlah agar
dapat memuhasabah diri sebagai ikhtiar memperbaiki kesilapan diri dan kehidupan insyaallah.
Semoga dengan muhasabah yang baik kita
akan menjadi hamba-Nya yang makin mendekat kepada-Nya, mendekat pada
syafaat Rasulullah SAW dan pada akhirnya, mendekat pada surga-Nya, baik
di dunia maupun di akhirat. Amin.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Hasyr :18)
Dari Syadad bin Aus r.a, dari
Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah
yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk
kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang
dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah
SWT”. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits
hasan’)











Tiada ulasan:
Catat Ulasan